Manis Legit Jatuh Cinta Diam-Diam

28 Jul

 Judul Buku : Jatuh Cinta Diam-Diam

Penulis : Dwitasari

Penerbit : PlotPoint (Mizan Group)

Tebal : 217 halaman

Tahun Terbit : 2014

Harga : Rp 39.500,00

ISBN : 9786029481556

 

Kalau diibaratkan sepotong kue, buku ini jelas bukan jenis red velvet yang tampilannya menjanjikan kesan mewah. Bukan pula rainbow cake dengan lapisan kaya warna yang menarik mata. Pun, bukan cheese cake yang untuk membuatnya perlu trik khusus atau bahan-bahan spesifik. Saya merasa buku ini lebih mirip black forest. Klasik, sederhana, tapi selalu abadi untuk dinikmati.

Dwitasari amat pandai melihat peluang dengan mengetengahkan tema “jatuh cinta diam-diam”. Siapa yang tidak pernah merasakan cinta terpendam atau sekedar memilih untuk mengagumi dalam diam? Hampir semua orang pernah begini nggak, sih? Merasakan jatuh cinta diam-diam seperti mencicipi potongan black forest.  Ada manis yang bercampur dengan sekelumit rasa pahit, bahkan ada sensasi masam ketika tak sengaja menggigit ceri di dalamnya. Lembut dan legit ketika mengulumnya, tetapi kadang terantuk serpihan cokelat yang tajam.

Melalui 14 cerita pendek bertema sama, omnibook ini merefleksikan kenyataan yang sering terjadi dalam relasi antarmanusia.

Memilih untuk diam, memperhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap orang juga punya cara sendiri untuk berbagi tawa dan menyembunyikan tangisnya sendiri.

Sesuai kenyataannya, jatuh cinta dalam diam memang biasanya tidak berakhir bahagia. Mayoritas cerita memiliki akhir yang menyedihkan, tetapi ada juga yang bisa membuat penonton tertawa. Penulis membumbui beberapa kisah dengan twist yang tidak terduga, membuat saya beberapa kali salah menerka-nerka.

Ada satu hal yang unik dari cerpen-cerpen gubahan Dwitasari. Lebih dari setengahnya menggunakan sudut pandang orang pertama. Sebenarnya tidak menjadi masalah, justru teknik itu bisa menghadirkan unsur personalitas yang dalam. Tetapi, konsekuensinya adalah alur cerita berjalan relatif lambat. Beberapa kesalahan penulisan juga masih ditemukan, misalnya kata “kelompak” pada halaman 159 atau “beliau” di halaman 115–yang tidak didahului huruf kapital padahal digunakan sebagai panggilan.

Secara keseluruhan, saya menikmati buku ini. Ringan dan menyenangkan. Tetapi, ada satu cerita yang paling berkesan buat saya. Cerita nomor 13: Harapan dan Bayangan. Karena satu dan lain hal, kisah ini terasa begitu mengena. :p

3 Tanggapan to “Manis Legit Jatuh Cinta Diam-Diam”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Risalah Patah Hati | orkestraksara - 4 Agustus 2014

    […] *Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Cerpen #JCDD2 yang diselenggarakan oleh PlotPoint dan @KlubCeritaDwita. Secuplik ulasan mengenai Novel Jatuh Cinta Diam-Diam bisa dilihat di sini. […]

  2. Jatuh Lagi | orkestraksara - 5 Agustus 2014

    […] *Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Cerpen #JCDD2 yang diselenggarakan oleh PlotPoint dan @KlubCeritaDwita. Secuplik ulasan mengenai Novel Jatuh Cinta Diam-Diam bisa dilihat di sini. […]

  3. Sudut Pandang Orang Ketiga | orkestraksara - 5 Agustus 2014

    […] *Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Cerpen #JCDD2 yang diselenggarakan oleh PlotPoint dan @KlubCeritaDwita. Secuplik ulasan mengenai Novel Jatuh Cinta Diam-Diam bisa dilihat di sini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: