By Your Side: Tentang Cinta Yang Selalu Bersedia Menunggu  

29 Jun

“Cinta berarti kesediaan untuk menghormati cita-cita satu sama lain.”—Bulan Nosarios

 

Cover By Your Side

Judul By Your Side
Pengarang Bulan Nosarios
Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit Mei 2014
Tebal 296
HargaISBN Rp 60.000,009786020304519

Kania adalah seorang dokter muda yang menyimpan impian besar untuk masa depannya. Jadi tidaklah mengherankan jika setiap rencana dalam kehidupannya selalu tersusun rapi dan penuh presisi.

 “Tidak ada dalam rencananya untuk jatuh cinta saat cita-citanya masih jauh.” (hal. 49)

Bukan berarti Kania egois atau terlampau berambisi, ia hanya tidak ingin seseorang yang menjadi pasangannya merasa terabaikan di kemudian hari. Gadis itu sadar betul bahwa profesinya menuntut ritme kerja yang terkadang sulit diterima akal sehat. Maka, walaupun perasaan itu telah merayapi hatinya selama bertahun-tahun, ia memilih untuk tidak mengindahkannya—bahkan ketika sosok yang menjadi pusat dari segala kegamangannya itu memilih untuk tidak lagi tinggal.

Erga memang nyaris berada di titik nadir ketika ia memutuskan untuk pergi. Satu windu bukanlah waktu yang singkat untuk menunggu, lebih-lebih jika kenyataan selalu memaksanya untuk mengubur asa. Menurutnya, bermimpi untuk memiliki Kania sama dengan mengacaukan rancangan hidup gadis itu. Meski berat dan menyesakkan, Erga memilih untuk meredam mimpinya sendiri demi cita-cita Kania.

Hubungan mereka yang tadinya berlabel persahabatan perlahan-lahan berubah menjadi “tak terdefinisikan”. Keduanya sama-sama menyimpan harapan yang tidak pernah berhasil tersampaikan. Hingga akhirnya waktu juga yang menjadi penentu.

“Kania percaya pada Erga. Tapi ia tidak percaya pada waktu. Waktu akan mengubah mereka. Waktu akan membuat mereka bosan. Waktu akan menghadirkan orang lain dalam kehidupan mereka, menuntut cinta yang lain. Dan apakah ia bisa bertahan dengan semua kerumitan itu?” (hal. 183-4)

Orang-orang ketiga datang dan pergi, tetapi belum ada yang berubah di antara Kania dan Erga. Di antara detik-detik yang terus melaju, satu per satu dari mereka kemudian tersadar akan sesuatu. Waktu memang akan terus berlalu, tetapi cinta sejati selalu punya alasan untuk menunggu.

* * *

Salah satu alasan terbesar yang menggerakkan minat saya untuk membaca buku ini adalah iming-iming yang disajikan oleh penulisnya. Saya selalu penasaran dengan kisah fiksi yang dibumbui latar kedokteran. Kecuali buku-buku Mira W atau Marga T, sampai saat ini belum ada karya yang berhasil memuaskan saya. Beberapa penulis cenderung memasukkan unsur-unsur medis sebagai tempelan yang kurang bermakna. Sebagian lagi bahkan menjadikan tema kedokteran seolah lelucon belaka akibat riset yang mentah.

Sikap skeptis saya lantas terpatahkan begitu bertemu dengan karya perdana Bulan Nosarios ini. By Your Side langsung dibuka dengan adegan di kamar operasi serta gambaran singkat kehidupan para tenaga kesehatan yang bekerja di sana. Deskripsi mengenai dunia medis di dalam novel ini cukup logis dan realistis. Mulai dari suasana rumah sakit, cerita kesibukan seorang dokter, bahkan deskripsi ospek di fakultas kedokteran yang begitu representatif dengan kenyataan yang ada. Ketika sampai pada bagian-bagian itu, sulit bagi saya untuk berhenti senyam-senyum dan berkata “ah, iya banget!”

Salut untuk Bulan Nosarios yang terampil mengolah detail-detail dunia kedokteran menjadi cerita yang mudah dicerna awam tanpa menghilangkan esensinya. Bulan tidak hanya sukses menyuguhkan unsur ekstrinsik dari dunia medis, tetapi juga muatan-muatan intrinsik yang melekat di dalamnya. Saya sangat terkesan dengan kepekaan penulis dalam menangkap konflik batin Kania. Sebagai dokter, Kania sangat ingin fokus mengejar cita-citanya sehingga kerap kali mengabaikan kehidupan personal. Dalam kehidupan nyata, kegelisahan yang dialami Kania ini memang jamak terjadi. Profesi sebagai dokter seringkali membuat mereka yang terlibat di dalamnya dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit antara karier atau keinginan pribadi.

“Hal paling besar yang disumbangkan profesinya pada kehidupannya secara ekseluruhan adalah kemampuan untuk fokus.” (hal. 222)

Beberapa adegan kedokteran memang ada yang terasa janggal, tetapi tidak menjadi masalah besar. Misalnya ketika Kania tengah menangani pasien kecelakaan lalu lintas yang dadanya membengkak seperti kantung penuh yang akan pecah. Pneumotoraks­-kah? Hemotoraks-kah?Atau tamponade jantung?  Saya juga sempat terperangah sebentar ketika mengetahui bahwa Kania tidak pernah menghadapi pasien sakratul maut selama menjalani masa pendidikannya. How lucky she is! Tapi selebihnya tidak ada hal-hal yang begitu mengganggu logika cerita.

 

Mengalir dan Mendetail

By Your Side mengalir tanpa tergesa-gesa. Hampir semua adegan dikisahkan dalam alur yang tenang sehingga penulis punya banyak ruang untuk berdeskripsi secara detail. Sebenarnya gaya penulisan semacam ini cukup menarik, tetapi berpotensi menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi pembaca bisa lebih mendalami cerita, tetapi ada saat-saat tertentu ketika sesuatu yang terlalu rinci malah jadi menjemukan. Namun, secara keseluruhan saya cukup menikmati buku ini. Komposisi antara plot dan cerita hampir seimbang sehingga tidak menimbulkan kesan monoton.

Penokohan karakter juga dibawakan melalui tahap demi tahap. Pemaparan tokohnya tidak diberikan secara sekaligus sehingga sukses membuat penasaran. Sayang, sepertinya hanya beberapa peran yang memiliki gambaran cukup kuat, sedangkan sisanya hanya selewat saja. Alih-alih jatuh cinta pada tokoh utama pria—seperti yang lazimnya terjadi pada pembaca wanita—saya justru lebih menaruh perhatian pada beberapa pemeran pendukung, misalnya Evan yang karakternya memang sudah kuat sejak awal.

Kepiawaian Bulan dalam memainkan hubungan Kania dan Erga yang absurd menjadi candu tersendiri. Saya jadi tidak sabar untuk menghabiskan novel ini selekas-lekasnya. Apalagi novel ini juga disusupi oleh lelucon-lelucon konyol yang semakin menambah semangat untuk melahapnya. Tidak hanya itu, By Your Side juga mengajarkan beberapa nilai-nilai yang sangat mengena. Simak saja ucapan percakapan antara  Oma dan Kania di halaman 225 berikut ini:

“Kadang kala, perasaan tidaklah penting…”

“Lalu apa yang penting buatmu?”

“Masa depanku yang tidak diisi dengan hal-hal absurd?”

Oma tertawa kecil, seperti menertawakannya. “Bagaimana kalau memasukkan sedikit hal absurd ke dalam rencana hidupmu? Biar lebih berwarna…”

Atau kutipan-kutipan bijak lain yang dilontarkan Oma

“ … , akhirnya hal absurd itulah yang membuat Oma banyak bergembira dan merasa hidup”—Oma kepada Kania. (hal. 225)

“Kita terbiasa merencanakan banyak hal yang mudah kita jalani, Kan. Tapi Tuhan membuat rencana supaya kita menjadi kuat. Sedikit hal yang tidak pasti, sedikit kepedihan, sedikit kebimbangan, begitulah hidup”—Oma kepada Kania. (hal. 226)

Pada akhirnya, saya memberikan 3 dari 5 bintang untuk buku yang juga merupakan finalis lomba novel Amore GPU ini. By Your Side merupakan bacaan tepat untuk penggemar fiksi romansa dengan latar kedokteran yang kuat. Saya pribadi tentu menantikan karya-karya selanjutnya dari penulis.

You know what, deep down in my heart, I think I felt what Kania was feeling. Thank you for writing this novel, Mbak Bulan. 🙂

 

(Tulisan ini menjadi #ResensiPilihan Gramedia Edisi Selasa, 1 Juli 2014 seperti dimuat di halaman website Gramedia berikut ini.)

4 Tanggapan to “By Your Side: Tentang Cinta Yang Selalu Bersedia Menunggu  ”

  1. Junk (@712domba) 3 Juli 2014 pada 5:58 am #

    buku laen yg bintangnya ada 5,.😀

  2. tina 19 Agustus 2014 pada 7:29 pm #

    fakta sosialnya apa ya?

Trackbacks/Pingbacks

  1. Yang Tertinggal Dari Tahun Pertemuan   | orkestraksara - 22 Januari 2015

    […] sempat menjadi “banci lomba dan kuis”. Mulai dari lomba berkicau di Twitter, menulis resensi, mengirimkan cerpen ke majalah, membuat artikel humaniora untuk surat kabar, dan puncaknya adalah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: