Birokrasi Tengik, Politik Tai Kucing, dan Pejabat Korup

11 Feb

“Kamu benar, Gie, politik itu tai kucing!”–Herman Lantang kepada Soe Hok Gie.

Seharusnya saya lebih cepat berkenalan dengan Soe Hok Gie, maksudnya dengan tulisan-tulisannya. Seharusnya saya tahu bahwa sejak dulu politik dan birokrasi adalah hal paling menjijikan di seluruh semesta. Dan pejabat adalah aktor-aktor paling menggelikan yang berkubang dalam kolam kepalsuan berkedok hajat hidup rakyat. Dan oleh karena itu, saya seharusnya lebih bersikap preventif dalam menghadapi kombinasi mengerikan semacam itu.

“Kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan absolut/mutlak cenderung  korupsi”

Di dunia kerja–oke, oke, saya memang masih bertitel anak magang yang seringkali menjadi korban kebobrokan sistem (baca: dokter internsip)–saya akhirnya menemukan kenyataan bahwa politik dan birokrasi memang wujud lain dari kotoran yang pernah ada.

Beberapa orang yang punya kuasa secara struktural, sering merasa punya kuasa secara fungsional juga atas orang-orang yang sebenarnya tidak perlu membayar kewajiban apapun untuk mereka. Makhluk-makhluk oportunis di kalangan birokrat selalu berpikir bisa memanfaatkan kaum yang disangkanya lemah, demi sebuah pencitraan dan harga diri mereka di mata petinggi.
Tapi, seperti kata Gie (lagi):
“Hanya mereka yang berani menuntut haknya, pantas diberikan keadilan.”
Tidak ada yang perlu ditakuti dalam menuntut hak dan keadilan. Pejabat korup itu harus tahu, ada harga yang harus dibayarkan karena mempermainkan hak orang lain, karena mengatasnamakan sistem untuk memperbudak orang lain, karena memanipulasi fakta demi sebuah nama, pangkat, atau harta. Dia akan tahu itu, sekarang ataupun nanti. Karma itu ada, Bu!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: