Jungkir Balik 2013

31 Des

Jelang tutup tahun, semua orang pasti ramai-ramai membuat kaleidoskop. Infotainment menyusun kaleidoskop seputar selebritis, acara berita menayangkan kaleidoskop politik, dan para penggiat sosial media yang labil tak ketinggalan memaparkan kaleidoskop percintaannya sepanjang tahun.

Tak ingin ketinggalan merayakan euforia semacam itu, saya pun ikut-ikut membuat kaleidoskop pribadi di penghujung tahun ini. Mari kita namai catatan ini sebagai refleksi akhir tahun.

Saya akan memulainya dengan membuka resolusi 2013 yang tersimpan rapi di diary. Diary? Buku harian? Buku yang biasa ditulis-tulis hal rahasia itu? Yang di setiap awal tulisan selalu dibubuhi “Dear, Diary?”

Ya, diary semacam itu. Tidak, saya berhenti mengawali tulisan dengan “Dear, diary” sejak saya menempelkan cap tiga jari pada lembar ijazah sekolah dasar.

Kira-kira begini resolusi yang sempat saya buat di awal tahun 2013:

1. Mendapatkan gelar dokter (oke, jangan cuma gelar, tapi semua kompetensi yang seharusnya dipunyai seorang dokter)

2. Berkelana ke luar pulau Jawa

3. Minimal 2 tulisan dimuat di media

4. Menyelesaikan 1 buku

Tercapai? Hm, antara ya dan tidak. Tapi, memang pada dasarnya Tuhan itu Maha Baik. Selalu ada cara yang Dia berikan supaya saya boleh mencapai resolusi-resolusi tersebut.

1. Setelah menghadapi parade ujian yang sangat-mematikan-sampai-bikin-Gastroesophageal Reflux Disease-yang-lumayan-parah-oh-please-jangan-sampe-keulang-lagi, akhirnya saya berhasil menamatkan pendidikan profesi dan menulis sebuah Babak Baru

2. Seperti halnya kaum dewasa muda lainnya, saya turut terkena virus demam traveling. Tadinya saya berharap bisa menengok sisi lain Indonesia, mungkin ke wilayah timur atau sekedar menginjakkan kaki ke Borneo. Sayangnya cita-cita itu masih harus disimpan. Dari Sepetak Kubikel, saya harus mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan jauh. Tapi, tebak! Meskipun saya batal melancong ke pulau besar di belahan lain Indonesia, saya bisa menyambangi 6 pulau sepanjang tahun ini: beberapa tempat di Kepulauan Seribu dan pulau tersembunyi bernama Sempu! Bahkan selama setahun penuh, saya bisa menikmati alam Sumatera dan memberikan Salam dari Lebong berkat penempatan internsip.

3. Cerpen dengan genre chicklit-yang saya buat dengan penuh tendensi-dimuat di salah satu majalah. What a Surprise Part 2! Itu saja, sih. Hm, tunggu! Kalau menulis dan mengedit profil rekan sejawat untuk ditampilkan di Buku Tahunan Angkatan termasuk ke dalam poin ini, bisa dibilang saya berhasil memasukkan lebih dari 10 artikel ke dalam sebuah media.

4. Saya pikir saya akan punya cukup banyak waktu luang untuk menyelesaikan onggokan draft cerita yang terbengkalai. Tapi rasa malas dan alibi untuk menyalahkan waktu yang berjalan terlalu cepat sukses menggagalkan rencana yang satu ini. Tapi kabar baiknya, salah satu buku yang saya tulis akhirnya menemukan titik terang. Mahakarya: Kumpulan Flash Fiction akan segera terbit di awal tahun 2014.

Kalau boleh saya rangkum, sebenarnya 2013 bukanlah tahun yang cukup baik. Entah kenapa di tahun ini semua virus dan bakteri seperti ingin membalas dendam dengan sistem imun tubuh saya. Mungkin mereka terlalu bosan menjadi dorman selama 2 tahun masa koas kemarin.

Di tahun ini saya seperti terlibat dalam akrobatik. Jatuh bangun, tiarap tegak, singkatnya 2013 adalah tahun yang cukup jungkir balik.

Terlepas dari tercapai atau tidaknya resolusi yang telah kita buat, menurut saya hal itu menjadi tidak penting. Yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai pencapaian itu. Bagaimana kita bersyukur atas apa yang telah kita miliki dan menganggapnya sebagai suatu pencapaian itu sendiri.

Baiklah, kita sudahi topik pencapaian dan rangkaian kata-kata bijak ala motivator.

2014 akan segera datang. Dari ruang tunggu praktik dokter ini, saya bisa mendengar bunyi mercon yang mulai bersahutan. Pendaran kembang api meletup-letup tanpa henti, mengisyaratkan harapan yang membuncah untuk 2014.

Kita tidak pernah tahu apa yang menunggu di depan. Tapi (semoga) 2014 akan menjadi misteri yang menarik.

Selamat tahun baru!🙂

image

2 Tanggapan to “Jungkir Balik 2013”

  1. kentutmambo 14 Januari 2014 pada 8:09 am #

    Selamat ya Bu Dokter atas pencapain-pencapaiannya, sebagai penggemar tulisan Bu Dok saya sangat menantikan terbitnya buku karya Bu Dok, semoga selalu diberikan kemudahan dalam segala hal dan tetap semangat, salam ketjup mesra…

    Pret

Trackbacks/Pingbacks

  1. Yang Tertinggal Dari Tahun Pertemuan   | orkestraksara - 22 Januari 2015

    […] mau dibandingkan, 2014 memang jauh lebih cerah ceria ketimbang 2013 yang dihujani ujian (dalam arti […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: