Babak Baru

11 Nov

Jadi … sudah dua bulan blog ini terlantar, ya?😀

Sibuk? Nggak juga sih. Tapi dalam kurun waktu 60 hari ini memang ada beberapa hal yang terjadi. Di akhir September sampai awal Oktober saya sempat dibuat kelimpungan dengan jadwal yang padat merayap seperti Pantura di musim mudik.

Dua buah seminar medis yang harus saya urusi akhirnya rampung. Magang yang saya jalani sejak 3 bulan lalu kini sudah berada di penghujung kontrak. Semua pekerjaan saya sebenarnya sudah boleh dibilang selesai, hanya tinggal menunggu “dipecat” secara resmi.

Salah satu pencapaian terbesar pada bulan lalu terjadi di tanggal 5 Oktober 2013, hari dimana status saya berubah. Hm, yah, bukan status apa-apa sih, maksudnya status profesi. Hari itu saya dan 180 teman sejawat melafalkan Sumpah Hipocrates, setelah 5 tahun berjibaku di Kampus Perjuangan itu. Singkatnya, kami telah resmi diangkat menjadi dokter!

What? Dokter? Gue? Udah jadi dokter banget nih?!! 

Pelantikan Lulusan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2013

Finally!Sampai detik ini, kadang-kadang saya masih merasa belum siap menjadi dokter. Oh, oke, ralat. Bisa berabe kalau pihak dekanat kampus sampai baca tulisan ini. Bisa-bisa saya digeret lagi buat duduk di bangku kuliah bersama anak-anak tingkat satu. Jadi gini, mungkin bukan merasa belum pantas, hanya masih perlu beradaptasi dengan dua buah huruf yang akan bertengger seumur hidup di depan nama saya ini. Lagipula, medicine is a life long study, hm? Dan saat ini hanyalah sebuah titik awal yang sedang saya coba jajaki.

Tadi pagi (akhirnya) saya sudah mendapatkan keputusan mengenai tempat dinas internsip untuk satu tahun ke depan. Dalam hitungan hari pun saya akan meninggalkan ibu kota yang semakin hari semakin menyebalkan ini. (Yeay, akhirnya! Monggo, silakan yang pada mau bedol desa ke Jakarta, sok lah pada dateng. Tapi setahun aja)

Boleh dibilang saya telah memasuki satu babak baru lagi dalam kehidupan ini. Saya jadi teringat halaman Eureka dalam blog ini, kemudian gamang seketika begitu menyadari bahwa saya harus segera mengubah tulisan di dalamnya.

Halaman Eureka orkestraksara

I’m no longer a (med)student! Agak sedih sejujurnya mengetahui kenyataan bahwa saya harus menjadi tua dewasa, mencari pekerjaan, mencari jodoh, memikirkan masa depan, dan sebagainya dan sebagainya. Selamat tinggal kehidupan mahasiswa yang … tidak terdefinisikan. Ada banyak hal yang belum sempat saya lakukan ketika masih menyandang gelar mahasiswa, mungkin perlu satu judul baru untuk membahas topik ini.

Well, saya masih menimbang-nimbang kata apa yang tepat untuk menggantikan bio pada halaman blog ini. Ah, biarlah, sementara ini saya masih menikmati zona nyaman seorang “mahasiswa kedokteran yang selalu bermimpi mencecap pendidikan sastra”.

Ternyata move on dari status lama itu memang selalu susah, ya? :p

2 Tanggapan to “Babak Baru”

  1. syukur 31 Desember 2014 pada 11:39 pm #

    Selamat, smg sukses, maaf boleh sy taaruf/kenal lebih dekat, syukran,trm kasih,

Trackbacks/Pingbacks

  1. Jungkirbalik 2013 | orkestraksara - 31 Desember 2013

    […] 1. Setelah menghadapi parade ujian yang sangat-mematikan-sampai-bikin-Gastroesophageal Reflux Disease-yang-lumayan-parah-oh-please-jangan-sampe-keulang-lagi, akhirnya saya berhasil menamatkan pendidikan profesi dan menulis sebuah Babak Baru […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: