Ode Buat Kota

4 Agu

Tuk suara bising di tiap jalan
Tuk suara kaki yang berlalu lalang
Tuk suara sirene raja jalanan
Tuk Suara sumbang yang terus berdentang

Na Nananana

Di sinilah aku dibesarkan
Di hamparan sungai yang kian hitam
Di ujung jalan sempit yang terus tergenang
Di bawah jembatan ku bernyanyi riang

Na Nananana

Kubernyanyi untuk dia yang kesepian di tengah malam
Kubernyanyi untuk dia yang tak bisa pulang
Kubernyanyi untuk dia yang membunuh waktu di tengah kebosanan
Kubernyanyi untuk dia yang sendiri dan tak bertuan

Na Nananana

Untuk mereka yang selalu ada di televisi
Untuk mereka yang saling menipu diri
Untuk mereka yang berlari di lingkaran setan
Untuk mereka yang selalu bermain peran

Na Nananana

 

Pertama kali liat Bangkutaman sekaligus denger lagu ini di sebuah talkshow stasiun televisi swasta.

Langsung klik banget sama semuanya!

Dan ini emang bener-bener Ode Buat Kota. Satir Buat Jakarta Tercinta. :”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: