“My Life as Writer” Yang Meriah

25 Jul

My Life as Writer

Memiliki buku ini adalah sebuah kebetulan yang sangat tak terduga. Saya memang beberapa kali melihat sampul buku ini bertengger manis di rak toko buku, tapi tidak pernah terpikir untuk membelinya. Iya, saya memang menjadi sedikit paranoid ketika hendak memilih buku, takut dikecewakan (ini perkara milih buku atau apa sih?). Sampai suatu hari saya mendapati sebuah paket–berbalut kertas kado kucing pink–tiba di rumah saya. Dan kebetulan salah satu isi paket tersebut adalah buku ini. Jadi, terima kasih (lagi dan lagi) untuk sang pemberi buku (lirik orangnya, itupun kalau yang bersangkutan kebetulan sempat baca tulisan ini di tengah kesibukannya yang segunung :p).

Pertama kali membukanya, komentar yang keluar dari mulut saya adalah “meriah”. Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada para staf produksi. Mereka sukses melahirkan desain sampul, layout, serta seni grafis yang memikat mata. Buku setebal 193 halaman ini dibuat full colour dengan permainan warna yang atraktif. Komposisi tulisan, foto, dan berbagai kutipan pun terasa semarak namun tetap seimbang. Estetika visual yang disajikan buku ini membuat mata pembaca tidak lekas lelah.

Dari segi penulisan, tema yang diambil boleh dibilang cukup menjual. Dengan semakin besarnya minat kaum muda dalam bidang penulisan, buku ini seolah menjadi jawaban untuk mereka yang berniat merintis karier sebagai penulis profesional. Lima penulis andal dihadirkan untuk berbagi cerita mengenai kehidupan mereka: Alanda Kariza, Farida, Clara Ng, Dewi Lestari, dan Vabyo. Buku terbitan PlotPoint ini benar-benar menggambarkan kehidupan seorang penulis. Mulai dari asal muasal berkecimpung di dunia penulisan hingga suka duka menjalani karier. Lupakan tentang tips trik menulis yang dipaparkan secara gamblang dalam buku ini. Karena, sesuai judulnya, this book (only) tells a writer’s life. Pembaca harus lebih jeli untuk dapat menangkap insight yang dituturkan para penulis secara implisit.

Gaya bahasa yang digunakan oleh duet Haqi Achmad dan Ribka Anastasia Setiawan ini terbilang ringkas dan nge-pop. Oleh karena itu, buku ini tepat dijadikan bacaan ringan yang dapat dilahap pada waktu senggang. Kalimat-kalimat yang disusun sudah cukup rapi dan sesuai kaidah ejaan yang disempurnakan. Hanya ada satu hal yang terasa mengganggu ketika membaca buku ini. Di beberapa tempat, terdapat banyak sekali majas repetisi yang menjemukan. Penyebutan subjek tulisan pun selalu diulang menggunakan nama, alih-alih mencari varian kata ganti orang ketiga. Secara keseluruhan, buku ini memiliki eksekusi akhir yang apik.

Ohya, satu lagi yang sangat menyita perhatian saya. Foto Mbak Dee cantik sekali disini! X)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: