Pisau Lipat dan Jodoh

17 Jul

Akhir-akhir ini saya sedang keranjingan menghabiskan waktu di dapur. Beberapa kali untuk membuat sesuatu yang dapat dimakan, tetapi lebih sering hanya untuk mengganggu ibu saya. Siang tadi, lagi-lagi saya merecoki si mamah yang hampir menitikkan air mata. Di hadapannya ada sekeranjang bawang merah yang menunggu dikupas. Saya jadi bingung, sebenarnya ibu saya menangis karena efek pedas atau karena melihat jumlah bawang yang harus dikupasnya.

Singkat cerita, akhirnya saya terjebak dalam acara kupas tuntas siang tadi. Di tengah-tengah prosesi yang menguras air mata itu, tiba-tiba ibu saya melemparkan sebuah kalimat ajaib.

“Orang jaman dulu itu, kalau udah remaja pasti dikasih pisau lipat.”

“Waduh, buat apaan, Ma? Berantem??”

“Bukan, ini buat anak cewek. Pokoknya kalau udah agak gede gitu, dibeliin pisau lipat sama orang tuanya. Terus nanti kalo ada saudara atau tetangga yang bikin pesta, disuruh bantuin masak tuh disana. Makanya dibekalin pisau lipat.”

“Hah, kok anak orang disuruh-suruh kayak gitu?”

“Ya … itu bisa-bisanya orang tua aja. Ceritanya ngenalin ke orang-orang kalo anak gadisnya udah gede”

” … ” Saya hanya mengernyit, masih belum mengerti sepenuhnya.

“Ya, intinya buat nyariin jodoh anaknya,” kata ibu saya setengah tidak sabar dengan ketidakpahaman saya.

 

Semoga si mamah tidak pernah terpikir sedikit pun untuk memberikan saya hadiah pisau lipat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: