Pamer Kebahagiaan

3 Jun

Orang yang setiap hari mendapatkan cukup banyak kebahagiaan tidak akan memamerkannya di hadapan orang lain–Mario Teguh

Kutipan di atas saya dapatkan dari acara pengembangan kepribadian yang dibawakan oleh seorang pakar motivasi. Ketika mendengar kata-kata tersebut, sontak saya teringat pada lini masa jejaring sosial. Halaman tersebut seringkali dibanjiri kicauan-kicauan yang memamerkan kebahagiaan sang empunya akun.

Ada yang mengeksploitasi kemesraannya dengan pasangan, ada yang mengumbar setiap kegiatan mewahnya, ada yang membanggakan jalinan persahabatannya, dan sebagainya dan sebagainya.

Mungkin tidak semua kicauan tersebut dimaksudkan sebagai ajang pamer yang terselubung. Memang ada kalanya media sosial digunakan sebagai sarana ekspresi tanpa tendensi.

Tapi bukankah menyedihkan jika kalimat yang diucapkan bapak motivator itu terjadi pada kita. Alangkah sedihnya jika reseptor kebahagiaan kita menjadi rusak karena jarang mendapat stimulasi yang adekuat. Sehingga ketika rangsang bahagia-yang padahal tidak begitu bermakna-datang, kita menanggapinya dengan berlebihan. Dengan memamerkannya ke dunia luar.

Orang yang benar-benar bahagia tidak akan berusaha untuk terlihat bahagia

Bersyukurlah mereka yang dilimpahi asupan kebahagiaan secara berkecukupan. Yang tidak merasa perlu menyiarkan ke seluruh dunia bahwa mereka tengah berbahagia. Karena kebahagiaan selayaknya menjadi sebuah rutinitas, bukan hal asing yang patut dipamerkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: