26 Jan

Saya malu. Setiap kali berada di jalan raya, ketika hendak menyeberang, orang-orang sering memandang saya dengan tatapan aneh. Entah itu sesama pejalan kaki atau pengemudi kendaraan bermotor. Dari pancaran matanya mereka seolah bertanya, apa yang sedang saya lakukan. Bercokol di muka zebra cross atau pembatas lajur sambil menunggu lampu lalu lintas berganti warna. Sementara pejalan kaki lainnya hilir mudik dengan leluasa, tidak peduli pada perubahan warna merah kuning atau hijau. Beberapa kali, ada pejalan kaki yang bahkan tiba-tiba menawarkan jasa penyeberangan kepada saya. Seolah saya gamang menyeberang karena kecut. Mereka terus memandang saya dengan tatapan aneh. Padahal, apa ya yang salah dengan menunggu lampu menyala merah sebelum menyeberang? Apa yang salah dengan sedikit bersabar dan patuh pada peraturan?

Satu Tanggapan to “”

  1. samuel arman 28 Januari 2013 pada 2:00 am #

    saya setuju sekali dengan anda. kita tidak harus sama dengan dunia ini, apalagi kl dunia ini memang salah. sangat jarang orang yg masih memegang prinsip seperti anda🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: