16 Sep

Orang yang meminta sesuatu untuk diri sendiri seperti orang yang mengintip melihat masa depannya. Layaknya seorang yang mengintip, tentu saja tak semua hal kelihatan. Dibandingkan yang kelihatan, banyak hal tak kelihatan. Bahkan, bisa juga yang kelihatan sebenarnya bukan yang sebenarnya. Dalam hal ini orang yang meminta butuh keberanian ekstra. Ketakutan dan kekecewaan bisa timbul dari permintaan itu. Meminta tak semudah membalikkan telapan tangan. Meminta menimbulkan konsekuensi yang disadari atau tidak menjadi tidak cukup mudah untuk diterima. Satu lagi jawaban yang muncul adalah meminta selalu bersanding dengan menerima. Antara meminta dan menerima bukanlah suatu hal yang terpisah. Meminta dan menerima adalah dua sisi yang saling melengkapi. Masalahnya di sini ketika orang sudah terlena dalam permintaannya ia lupa bahwa ia juga harus menerima– Alexander Koko, 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: