Diam: Ofensif Atau Defensif?

29 Mei

Kata dan suara seringkali membiaskan suasana

Bahwa diam ialah laiknya segara

Mengunci hati yang membara

Karena hati adalah bom yang tak terukur waktu,

(bagi mereka yang tak mampu mengendalikannya)

Karena hati adalah merapi yang siap melontarkan lava kapanpun ia berkehendak,

(bagi mereka yang tak tahu meredamnya)

Saya pada akhirnya menyadari bahwa keheningan bukan saja mekanisme defensi yang ampuh, melainkan juga salah satu cara ofensi yang mujarab.

Setidaknya ofensif terhadap ego diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: