Video

A Super Friend

22 Feb

She is my best friend. Akhh, no! She is my super friend🙂

Tulisan ini didedikasikan khusus buat sahabatku tersayang, Melissa Laik, yang beberapa hari lalu resmi menyandang gelar sarjana kemudian langsung pergi merantau ke pulau dewata. Tidak tanggung-tanggung, kerjaannya ini pasti bikin iri semua travelholic muda: menjadi asisten konsultan bahari yang tugasnya keliling Indonesia! Tapi walaupun pekerjaannya itu super menarik, tetap saja menyebalkan. Kenapa? Karena dia jadi harus meninggalkan Jakarta selama setahun penuh (yaa..walaupun katanya bisa pulang beberapa bulan sekali). Otomatis ini jadi semacam petaka buatku–yang hidupnya sudah terpapar dengan anak ini selama kurang lebih 13 tahun!

Ya, kami memang sudah berteman cukup lama. Sejak kami mengenakan putih merah, sejak berada di sekolah dasar yang sama. Tapi, waktu SD kami memang belum begitu akrab. Kenal sih, tapi sebatas main petak umpet bersama atau ngobrol standard anak SD. Keakraban baru mulai merayapi ketika kami berada di kelas yang sama saat 3 SMP. Waktu itu, bersama dua teman lainnya, kami hampir selalu menghabiskan waktu bersama. Bikin tugas bareng, makan bareng, main bareng, ngerjain adik kelas bareng, pokoknya semua serba bareng.

Termasuk kena marah guru matematika gara-gara ketahuan ngobrol. Meskipun kami ngobrol dengan suara super pelan dan muka yang menghadap lurus ke papan tulis, tetep aja ketahuan. Sepertinya guru berinisial E itu punya keahlian membaca gerak bibir. Intinya, masa-masa labilku sebagian besar dihabiskan bersama bocah perempuan ini. Dan uniknya, semua terekam rapi secara otentik di dalam 3 buah buku memoar (yang hingga sekarang masih bertengger manis di lemari). Setiap harinya, pada jaman itu, kami selalu menulis pengalaman kami di ‘buku harian’ masing-masing  untuk kemudian ditukar dan dikomentari oleh yang lainnya besok harinya. Kebiasaan menulis buku harian itu masih berlanjut hingga jilid ketiga, hingga kami berada di SMA yang terpisah.

Anak ini rasa-rasanya sudah seperti candu buatku. Setiap kali aku mendapat masalah, mulai dari yang sangat sepele hingga yang menandingi kegemparan perang dunia kedua, aku selalu mencarinya. Dia sudah menjadi semacam penasihat spiritual untukku. Dan untungnya, temanku yang berhati sangat mulia ini selalu saja mau aku repotkan. Sesibuk apapun dia (dia sangat sangat sangaaaaaaaaat sibuk,  percayalah!), dia selalu mau meluangkan waktu mendengarkan ocehanku yang kadang sangat tidak penting. Biasanya setiap beberapa minggu sekali kami bertemu untuk bertukar cerita. Dan kegiatan itu bisa dilakukan dalam setting apapun, mulai dari mengeram di rumah salah satu pihak sampai rasanya jamuran, memutari mall sampai kaki mau patah, menunggu film di bioskop, ngobrol di antara deru kendaraan yang lalu lalang di jalanan, dan sebagainya dan sebagainya. Tapi yang paling sering kami lakukan adalah ngobrol di sebuah tempat makan dalam durasi yang sangat lama. Indikator durasi-yang-sangat-lama yang aku maksud di sini adalah hingga waiter tempat makan tersebut melirik tajam sambil sesekali menyindir agar kami cepat pergi dari tempat itu. Kadang, kalau waktu luang kami cukup banyak, kami menyempatkan diri mengunjungi museum. Aneh ya, tapi itulah salah satu kesamaan kami. Sama-sama suka sejarah. Ah, ralat! Aku suka sejarah, tapi dia maniak! hahaa… Selain sama-sama suka ke museum, kami juga punya kesamaan lain. Indeks massa tubuh yang tidak pernah normal (baca:underweight), kecepatan berjalan yang hampir persis seperti orang ngejar maling, dan banyak kesamaan lain yang tidak akan selesai dijabarkan dalam beberapa jam. Anehnya, sedekat apapun kami, seberapapun seringnya kami bertemu, kami hampir tidak pernah foto bersama! Aku sendiri baru menyadarinya ketika akan membuat video ini!

Senang sekali rasanya memiliki teman yang….sempurna, kalau boleh aku menyebutnya begitu. Ya, dan itulah dia Melissa Laik, temanku yang sangat super! Dan semua yang ingin aku katakan terangkum di video ini :’)

nb : sebenarnya postingan ini sudah dipersiapkan sejak 4 hari yang lalu, sebagai kejutan sebelum dia berangkat ke bali. tapiii..berhubung saya yang gaptek ini baru bisa menemukan cara mengupload videonya, tulisan ini baru bisa dirilis sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: