Complementary Alternative Medicine

26 Jan

Terapi akupuntur dan yoga tentu sudah tidak asing lagi, baik bagi insan kedokteran maupun masyarakat awam. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa metode pengobatan tersebut termasuk kelompok terapi alternatif yang dikenal sebagai Complementary Alternative Medicine (CAM).

Sebenarnya CAM bukanlah barang baru dalam dunia kesehatan. Jenis terapi ini pertama kali ditemukan dua abad lalu di negara-negara industri. Metode CAM kemudian turut tersebar ke seluruh dunia seiring maraknya perpindahan penduduk lintas benua. Meskipun awalnya dilandasi oleh kepercayaan agama dan struktur sosial dalam masyarakat, kini CAM dikembangkan sebagai metode terapi yang terpercaya berdasarkan ilmu kedokteran.

Survei yang dilakukan oleh National Health Interview Survey (NIHS) pada tahun 2007 menunjukkan bahwa sekitar 38 persen populasi dewasa di Amerika menggunakan CAM sebagai pilihan terapi. Data dari WHO menyebutkan bahwa penggunaan CAM terbanyak terdapat di negara Afrika disusul oleh Jerman dan Perancis. Sementara, di Indonesia CAM digunakan oleh 40 persen populasi dengan mayoritas pengguna berasal dari masyarakat rural. Beberapa penyakit yang lazim diterapi dengan metode CAM adalah penyakit muskuloskeletal, gangguan cemas, masalah gastrointestinal, serta gangguan tidur.

CAM memiliki cakupan definisi yang luas. Oleh karena itu, National Institute of Health (NIH) menetapkan batasan CAM sebagai sistem, praktik, ataupun produk kesehatan yang tidak termasuk ke dalam lingkup kedokteran konvensional. Namun, dalam pelaksanaannya tidak tertutup kemungkinan bila CAM digunakan sejalan dengan terapi konvensional. Metode terapi semacam itulah yang kemudian dikenal sebagai complementary medicine. Terapi dari negeri tirai bambu, akupuntur, merupakan salah satu contoh complementary medicine karena sifatnya yang membantu mengurangi rasa sakit pada pasien. Jenis terapi ini sekarang sangat populer di Amerika.

Sementara itu, dikenal pula istilah alternative medicine yang sifatnya menggantikan terapi konvensional. Adapun istilah integrative medicine digunakan untuk mendefinisikan terapi konvensional yang dikombinasikan dengan CAM. Tipe pengobatan yang terintegrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari keamanan dan efektivitas terapi.

Dibandingkan dengan jenis terapi yang umum, CAM memiliki beberapa keunggulan, khususnya bila dipadukan dengan terapi konvensional. Ditilik dari segi efektivitas terapi, telah terbukti secara ilmiah bahwa kombinasi CAM dan pengobatan konvensional memiliki respon yang lebih baik. Selain itu, CAM juga memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan sumber daya. Metode CAM yang berhubungan erat dengan pengobatan herbal dinilai lebih baik dibandingkan terapi konvensional yang mengandalkan aspek farmakologi kimiawi. Keuntungan yang diperoleh dari metode CAM juga tampak dari segi ekonomi. Dibandingkan terapi konvensional, kombinasi CAM dengan pengobatan tradisional memiliki nilai ekonomi yang lebih rendah dan terjangkau. Hal ini tentu sangat menjanjikan bagi negara-negara berkembang yang kerap menghadapi masalah kesehatan akibat terbentur keadaan perekonomian.

Berangkat dari manfaat dan kelebihan yang dimilikinya, hingga kini CAM masih digunakan dalam dunia kesehatan. CAM diperkirakan dapat menjadi strategi yang penting untuk kemajuan dunia kesehatan di masa mendatang, khususnya di negara-negara berkembang.

 Kategorisasi CAM

Terdapat lima pembagian tipe CAM, yakni produk alami, body and mind medicine,  manipulative body and mind medicine, dan energy medicine. CAM tipe produk alami mungkin merupakan jenis pengobatan yang paling lazim dikenal oleh masyarakat. Sesuai namanya, terapi ini menggunakan bahan-bahan alami. Meskipun demikian, pengobatan tidak hanya terbatas pada tumbuhan herbal, tetapi juga mencakup penggunaan vitamin dan mineral alam lainnya. Salah satu contoh CAM tipe produk alami yang terkenal adalah probiotik, suatu mikroorganisme hidup yang memiliki kemiripan dengan mikroorganisme normal dalam saluran cerna manusia. Probiotik tersebut kaya akan manfaat, misalnya membantu pertumbuhan mikroorganisme normal pelindung saluran cerna. Dewasa ini, penggunaan terapi dengan produk alami kian marak digunakan. Pada tahun 2007, NHIS mencatat sebanyak 17,7 persen populasi di Amerika menggunakan CAM produk alami. Beberapa produk yang populer digunakan adalah minyak ikan omega 3 serta echinacea.

Di sisi lain, tipe body and mind medicine lebih menekankan pada fungsi pikiran sebagai penyokong fungsi fisik yang baik, begitu pula sebaiknya. Terapi ini menggabungkan berbagai komponen dalam diri manusia seperti otak, pikiran, tubuh, dan tingkah laku. Penggabungan seluruh komponen tersebut bertujuan untuk mencapai fungsi tubuh yang optimal. Saat ini body and mind medicine semakin marak digunakan oleh masyarakat luas. Meditasi, yoga, dan akupuntur merupakan contoh pengobatan yang kian naik daun saat ini. Data dari NIHS menyatakan bahwa jenis terapi body and mind medicine merupakan terapi yang paling banyak digunakan dibandingkan jenis CAM lainnya.

Manipulative and body based practices adalah jenis terapi yang berpusat pada sistem dan struktur tubuh manusia. Terdapat dua jenis terapi yang paling sering digunakan, yaitu spinal manipulation dan massage therapy. Spinal manipulation sebenarnya telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Kini, terapi tersebut dikenal sebagai chiropractic dan mulai beredar luas dalam dunia kedokteran dan kesehatan. Sementara, massage therapy pun telah muncul sejak ratusan tahun lalu di berbagai negara. Manipulative and body based practices kini semakin dikembangkan dan menjadi terapi yang menjanjikan.

Jenis terapi lain dari CAM adalah energy medicine yang melibatkan manipulasi sejumlah energi untuk kesembuhan dan perbaikan fungsi tubuh pasien. Terapi ini kerap menggunakan tenaga elektromagnetik. Reiki merupakan contoh terapi energi yang mulai dikenal luas. Menurut data dari NIHS, terapi energi masih belum dapat menandingi jenis terapi CAM lainnya.

Tak dapat dipungkiri, popularitas CAM kian meningkat di berbagai tempat. Efektivitas yang dijanjikannya semakin membuat CAM dijadikan pilihan terapi. Akan tetapi, tetap saja diperlukan regulasi yang bijak dalam pendayagunaan terapi ini. Berbagai studi ilmiah perlu terus dilakukan untuk membuktikan validitas metode pengobatan ini.

2 Tanggapan to “Complementary Alternative Medicine”

  1. samuel arman 24 November 2012 pada 3:51 am #

    artikelnya bagus..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: