Aji, Karier, dan Passion

18 Jan

Ini artikel lama. Diterbitkan sekitar awal tahun ini di Koran Kampus FKUI. Ditulis dengan sangat baik oleh teman saya, Cinthya Yuanita.

Aji, Karier, dan Passion

Seorang mahasiswa yang mati-matian menjadi dokter menjadi pekerja film menjadi penulis meraih mimpi-mimpinya.

Barisan kata itu terpampang di muka sebuah blog dengan nama akun “Kuntawiaji”. Adalah Yunus Kuntawi Aji yang menjadi sosok empunya buah-buah pikiran di dalamnya. Aji, begitu ia akrab disapa, bukan tanpa alasan memilih kalimat tersebut sebagai tagline blognya. Menjadi seorang dokter memang cita-cita utamanya. Namun, di sisi lain Aji juga memiliki berjuta impian yang ingin dipetiknya.

Menyandang peran sebagai mahasiswa kedokteran tak pelak merupakan tugas utama Aji. Akan tetapi, di balik itu, Aji memiliki berbagai kegiatan yang cukup bertolak belakang dengan dunia kedokteran. Mengajar, menulis, dan membuat film hanyalah sebagian kecil dari kegiatan ekstra Aji di sela-sela kesibukan akademis. Meskipun terlihat sulit, semua bidang itu bisa ditekuni secara sinergis berbekal sepatah kata bernama “passion”.

“Passion” itulah yang mengantarkan Aji ke sejumlah bidang yang begitu beragam. “Kalau dilihat, sebenarnya kecintaan saya itu ada pada bidang kesehatan, pendidikan, penulisan, film, dan desain,” ujar Aji.

Passion dalam bidang pendidikan membawa Aji mencicipi pengalaman sebagai pengajar. Awalnya, Aji menjadi staf pengajar di sebuah bimbingan belajar. Namun, karena berbenturan dengan jadwal akademis, Aji memilih menjadi guru privat. Sampai saat ini, ia aktif mengajar beberapa siswa SLTP untuk mata pelajaran matematika dan fisika, dua pelajaran yang umumnya telah terhapus dari memori mahasiswa kedokteran.

Ketertarikan Aji dalam bidang menulis sebenarnya bukan hal yang baru. Ia terbiasa menumpahkan semua idealisme ke dalam blog pribadinya. Baru pada tahun 2010 lalu Aji menjajaki dunia penulisan profesional. Ia direkrut oleh sebuah penerbit untuk menjadi penerjemah buku bertema kesehatan. Di bawah naungan penerbit itu pula Aji terus berkarya menelurkan beberapa tulisan hingga saat ini.

Meskipun telah merasakan profesionalisme industri penerbitan, Aji tidak lantas berpuas diri. Sebaliknya, ia terus belajar dan mengasah talenta yang dimilikinya. Salah satunya adalah dengan mengikuti kelas menulis cerpen yang dibimbing langsung oleh novelis tenar, Sitta Karina. “Sebenarnya, ketertarikan menulis fiksi lebih disebabkan karena faktor ketularan. Banyak teman saya yang hobinya mempermainkan kata dan menuliskannya, ada juga yang hobi membuat cerita. Jadilah ketularan,” ungkap Aji mengenai hobi barunya ini.

Satu hal yang cukup identik dengan Aji adalah keterlibatannya di dunia film. Bermula dari kelas “Apresiasi Film” yang diikutinya saat semester I, Aji lantas menambatkan hatinya pada bidang ini. Bersama beberapa teman, ia pun menggagas sebuah organisasi film bernama XML. Di bawah asuhan Aji dan rekanannya, organisasi itu telah menghasilkan beberapa film pendek serta video Bedah Kampus UI.

Karier Vs Pekerjaan

Meskipun memiliki ritme kerja yang padat, Aji tetap menjalaninya dengan penuh loyalitas. Memiliki banyak minat di bidang lain tidak menjadi kendala berarti bagi studinya. Aji memandang bahwa segala yang ia lakukan kini bisa bermanfaat bagi kehidupannya kelak. “Saya memercayai apa yang ditulis Rene Suhardono dalam bukunya bahwa karier berbeda dengan pekerjaan,” tandasnya.

Karier lebih berhubungan dengan “passion”, tujuan hidup, dan motivasi. Oleh karena itulah, ia senantiasa menyelaraskan kehidupan akademik dengan segala kecintaannya di bidang lain. “Semua yang saya lakukan Insya Allah menunjang bagi karier saya. Semua yang saya lakukan saat ini adalah dalam tahap belajar dan mengisi. Mengisi untuk nantinya kemudian berbagi. Mudah-mudahan banyak yang bisa saya bagikan suatu saat nanti,”harapnya.

-dikopi dari blog si narasumber : kuntawiaji.tumblr.com , blog yang jumlah pengikutnya selalu beranak pinak dari hari ke hari-

Tulisan ini saya buat untuk rubrik “Sosok” di Koran Kampus SM IKM FKUI edisi Maret-April 2011. Rubrik ini menyoroti profil civitas akademika FKUI yang dianggap memiliki peran penting di kampus. Entah kenapa, biasanya sosok yang menjadi narasumber artikel ini adalah  mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik. Ketika saya harus menulis artikel ini–dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai redaktur : menambal tulisan yang tidak terkumpul tepat waktu–saya tergerak untuk keluar dari mainstream. Maka jadilah saya memutuskan untuk menulis profil si selebriti dunia maya ini.

Satu Tanggapan to “Aji, Karier, dan Passion”

  1. Rinta 24 Mei 2015 pada 10:00 am #

    Tulisannya bagus kak.🙂
    Dan aku baru tahu kalau ternyata kakak ini pacarnya Kak Reza Nufa ya. . . hehe, Lucu juga ya kak. . .
    https://rezanufa.wordpress.com/2015/05/14/cerpen-chibi-maruko-di-minggu-malam/#comment-724

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: