Bintang yang mana?

16 Jan

Ada beberapa alasan mengapa bintang tak lagi benderang.
Mungkin ia memang sudah lelah berpijar, cahayanya meredup untuk kemudian mati dilumat kelamnya semesta.
Mungkin juga ia terpaksa mengalah kepada mega, tertunduk lesu di balik legamnya mendung.
Atau … mungkin ia tetap berpendar terang, hanya saja tak terlihat. Sang pengamat mungkin terlalu sibuk menambatkan pandangan pada satu ufuk, pada bintang lain yang sebenarnya tidaklah berbeda.

Analogi ini tiba-tiba saja berkelebat di pikiran. Jangan salah sangka dulu. Ini bukan soal cinta, apalagi tentang kegalauan asmara. Lebih sebagai wujud kontemplasi dari apa yang sedang dirasa.
Tentang kehidupan berorganisasi, tentang karya-karya yang tidak mendapat apresiasi.
Ada kalanya, sekeras apapun usaha yang kita lakukan tetap saja tidak akan bermakna.
Bisa jadi karena kinerja yang memang tak layak mendapat sanjungan.
Atau bisa juga karena yang berkuasa di sana terlalu sibuk menempa satu dua orang pilihannya, mengabaikan yang sekiranya tak masuk hitungannya.

Lantas, bintang temaram macam apa ya aku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: