Cegah PPP dengan Manajemen Aktif Kala Tiga

10 Jan

Postpartum haemorrhage, atau yang lebih dikenal sebagai perdarahan pascapersalinan (PPP), masih menjadi penyebab utama kematian ibu. Penanganan yang sigap haruslah menjadi dasar untuk mengatasi kasus kegawatdaruratan obstetri.

WHO mendefinisikan PPP sebagai kehilangan darah sebanyak lebih dari atau sama dengan 500 ml dalam kurun waktu 24 jam setelah melahirkan. PPP dikatakan berat apabila darah yang hilang berjumlah lebih dari 1000 ml, meskipun ketentuan tersebut tidak selalu berlaku. Dalam keadaan khusus, misalnya pada ibu yang anemia, kehilangan darah sebesar 250 ml saja bisa menyebabkan efek yang fatal. Oleh karena itu, derajat keparahan PPP tidak lagi dibatasi oleh jumlah darah yang hilang, tetapi juga oleh perubahan kondisi vital ibu.

Penyebab utama terjadinya PPP adalah atonia uteri, yaitu kegagalan rahim untuk berkontraksi setelah melahirkan. Selain itu, trauma saluran genitalia, ruptur uterus, atau tertinggalnya plasenta juga bisa menyebabkan PPP. PPP penting untuk dicegah karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti anemia dan hipotensi ortostatik.

Prinsip pencegahan yang saat ini marak digunakan adalah manajemen aktif persalinan kala tiga. Sesuai namanya, metode itu dilakukan pada saat persalinan memasuki kala tiga, yaitu ketika dinding rahim mulai berkontraksi dan plasenta lepas. Fase tersebut merupakan periode yang sangat rentan terhadap perdarahan berat, khususnya bila rahim sukar berkontraksi sehingga menimbulkan gangguan pada pembuluh darah plasenta. Manajemen aktif kala tiga dapat membantu mencegah PPP melalui pencegahan atonia uteri. Selain itu, metode ini juga bisa mempercepat pelepasan plasenta sehingga kemungkinan retensi plasenta pun dapat diminimalisasi.

Manajemen aktif persalinan kala tiga merupakan metode yang berlawanan dengan manajemen menunggu, yang lazim disebut penegangan konservatif atau fisiologis. Dalam manajemen menunggu, tenaga medis tidak melakukan tindakan apapun untuk melepaskan plasenta dari rahim. Plasenta dibiarkan keluar secara spontan dari uterus. Dari perbedaan tersebut, terlihat bahwa manajemen aktif lebih efisien untuk mencegah PPP. Namun, pada manajemen aktif, keterampilan petugas kesehatan menjadi elemen yang sangat penting.

Manajemen aktif kala tiga mencakup empat tindakan medis:

Pemberian obat uterotonika

Obat uterotonika adalah obat-obatan yang digunakan untuk membuat rahim berkontraksi dan menghentikan perdarahan. Pemberian obat uterotonika dilakukan secara injeksi dalam waktu dua menit setelah proses kelahiran. Beberapa contoh obat uterotonika yang telah terbukti efektif mencegah PPP adalah oksitosin, ergometrine, syntometrine, prostaglandin, dan misoprostol. Sampai saat ini, oksitosin masih menjadi pilihan utama dalam mengurangi PPP, karena sifatnya yang lebih stabil serta efek sampingnya yang lebih ringan.

Penjepitan tali pusat secara dini

Upaya penjepitan dan pemotongan tali pusat segera setelah bayi lahir merupakan salah satu cara mencegah PPP. Selain itu, penjepitan tali pusat sedini mungkin bisa memberikan kemudahan dalam menjalankan tahap selanjutnya dalam manajemen aktif kala tiga. Akan tetapi, dalam melakukan proses ini kondisi bayi juga patut diperhatikan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa penjepitan tali pusat secara dini dapat meningkatkan kemungkinan gawat napas pada bayi.

Penegangan tali pusat

Penegangan tali pusat harus dilakukan secara terkendali dan berhati-hati, yaitu dengan menariknya ke bawah begitu rahim berkontraksi. Selama proses penegangan, rahim juga diberikan tekanan ke atas dengan cara mendorong perut mencapai pinggang. Hal tersebut dimaksudkan agar plasenta bisa keluar dengan mudah. Jika plasenta belum juga bisa keluar setelah diberikan perlakuan selama 30-40 detik, penegangan tali pusat harus dihentikan. Proses tersebut bisa kembali dilakukan jika kontraksi berikutnya telah muncul.

Pemijatan Uterus

Setelah plasenta keluar, pemijatan uterus dapat dilakukan untuk membuat rahim lebih cepat berkontraksi. Dengan berkontraksinya rahim, perdarahan berat pun bisa dihindari. cinthya.

-Rubrik MA Info. Desk Klinik. SKMA No. 04/XL/Juli-Agustus 2010-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: