Menagih Visi ‘Indonesia Sehat 2010’

9 Jan

Tahun 2010 sudah melewati semester pertamanya, tetapi impian akan Indonesia Sehat masih terasa jauh di angan .

 Sudah satu dekade berlalu sejak para petinggi kesehatan mencurahkan idealisme mereka ke dalam visi yang sama: “Indonesia Sehat 2010”. Slogan itu merupakan visi pembangunan kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan setelah masa momentum reformasi. Di dalam visi tersebut setidaknya terkandung empat pencapaian kesehatan yang diharapkan terwujud pada tahun 2010. Pemerintah menyimpan harapan besar agar pada tahun keemasan ini penduduk Indonesia bisa hidup dalam lingkungan yang sehat, memiliki perilaku hidup bersih dan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta memiliki derajat kesehatan yang tinggi. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah juga merancang lima puluh indikator untuk menyokong keberhasilan reformasi kesehatan tersebut. Kini, tahun 2010 sudah dijajaki. Apakah target-target pembangunan juga sudah ada di genggaman tangan?

Pencanangan Indonesia Sehat 2010 boleh jadi merupakan sekelumit upaya Pemerintah dalam rangka memperbaiki diri dalam bidang kesehatan. Tetapi, apakah pemilihan tahun 2010 tidak terkesan terlalu berani? Tidakkah pemerintah terlalu terburu-buru memasang target?

Nyatanya, kesiapan pemerintah dalam menjalankan misi ini masih perlu dipertanyakan, khususnya di awal titik tolak pembangunan. Indikator dan pedoman yang menjadi landasan pelaksanaan pembangunan kesehatan nasional saja baru dirampungkan pada tahun 2002, tiga tahun setelah gembar-gembor pencanangan visi. Tiga tahun lamanya publik harus menunggu lahirnya sebuah ketegasan. Bukan hanya masyarakat, dinas kesehatan provinsi atau kabupaten juga dibuat kelabakan karena tidak mempunyai acuan untuk bersikap.

Pedoman itu pun akhirnya selesai, tetapi tidak memberikan banyak arti bagi program impian ini. Impian akan negara yang memiliki derajat kesehatan tinggi agaknya hanya menjadi cita-cita para pembesar, sementara masyarakat sendiri kebanyakan tidak paham atau bahkan tidak peduli. Indonesia Sehat 2010 hanya dikenal sebagai jargon iklan bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya jumlah masyarakat miskin yang belum bisa mendapatkan pelayanan kesehatan bermutu. Di Kabupaten Tangerang, jumlah pasien miskin yang memperoleh pelayanan kesehatan tingkat Puskesmas tahun 2007 tercatat hanya sebesar 55,78%. Banyak faktor yang menyebabkan persentase yang minim ini. Tidak tertutup kemungkinan pula bahwa salah satu penyebabnya adalah ketidaktahuan masyarakat akan adanya sistem jaminan kesehatan bagi pasien yang tidak mampu.

Setelah lebih dari satu dasawarsa berlalu, belum terlihat adanya lonjakan berarti dari pelaksanaan visi ini. Malah belakangan ini terjadi aksi yang sangat kontras. Sejumlah wilayah memotong anggaran kesehatannya dengan alasan defisit keuangan daerah, seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Garut. Awal tahun 2010, pemerintah Kabupaten  Garut memangkas anggaran kesehatan dalam APBD sebesar 15%. Kejadian ini sungguh sangat ironis mengingat Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang derajat kesehatannya belum terbilang tinggi. Ketersediaan anggaran kesehatan yang jumlahnya tidak mencukupi ini pastinya akan berdampak pada pelayanan kesehatan di daerah tersebut,. Padahal dalam salah satu tujuan Indonesia Sehat 2010 disebutkan secara lugas bahwa pada tahun ini diharapkan semua penduduk Indonesia mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang memuaskan.

Keseriusan pemerintah dalam hal menurunkan prevalensi berbagai penyakit di negara ini juga masih harus dikritisi. Kita memang boleh berbangga atas hasil yang memuaskan dari pemberantasan sejumlah penyakit seperti malaria. Namun, bagaimana dengan kasus AIDS yang setiap tahunnya dilaporkan mengalami peningkatan signifikan? Berdasarkan data yang diperoleh dari Komisi Penanggulangan AIDS, tren kasus AIDS di 33 provinsi di tanah air terus meningkat dalam rentang tahun 2000-2009. Hal tersebut menyiratkan banyak hal, bukan hanya terfokus pada relevansinya dengan angka yang ada di dalam indikator keberhasilan. Peningkatan jumlah kasus AIDS juga menjadi pertanda belum tercapainya masyarakat yang memiliki perilaku hidup sehat serta hidup di lingkungan yang sehat.

Setiap usaha memang memerlukan proses. Namun, target waktu sudah ditetapkan tanpa bisa ditawar. Satu dekade adalah waktu yang cukup lama untuk menunjang sebuah pembangunan berkualitas.  Semoga Indonesia Sehat 2010 tidak berakhir sebagai sebuah jargon semata. Semoga. cinthya.

-Rubrik Suara Mahasiswa. Desk Opini dan Humaniora. SKMA No. 02/XLI/September-Oktober 2010-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: