Setelah Pak Karbol Dibobol Garong

1 Jan

Awal Februari merupakan momen yang menggemparkan bagi segenap warga FKUI. Bagaimana tidak? Patung dada Prof. dr. Abdurrahman Saleh yang menjadi kebanggaan fakultas raib secara misterius. Tidak ada lagi raut tegas penuh semangat yang menyambut di halaman depan kampus. Patung perunggu yang baru berusia tiga tahun itu telah hilang, yang tersisa hanya undukan semen bekas singgasana sang guru besar. Sejuta tanya praktis terlontar dari benak semua pihak. Sayangnya, gembar-gembor upaya pencarian jejak Pak Karbol hanya menjadi wacana hangat dalam kurun waktu yang singkat. Semakin lama semakin banyak pula yang menghapus topik tersebut dari perbincangan. Di tengah ketidakpastian nasib patung bersejarah itu, tiba-tiba kabar mengejutkan sampai ke telinga dan mata kita. Akhir April mendadak Pak Karbol pulang ke rumah, duduk manis di tempatnya semula. Namun, sepertinya ada yang berbeda dari dirinya yang dulu. Sempat berhembus kabar bahwa patung itu bukanlah yang selama ini dicari.
Entahlah, bisa jadi perubahan itu hanyalah buah tangan dari vakansi Pak Karbol kemarin. Yang terpenting sekarang adalah berjaga-jaga agar tidak kecolongan untuk kedua kalinya.cinthya.

Rubrik Pojok Korpus. Koran Kampus SM IKM FKUI Edisi Maret-April 2010.

Satu Tanggapan to “Setelah Pak Karbol Dibobol Garong”

  1. rezanufa 7 September 2014 pada 3:06 pm #

    Bunyi narasi ini enak. Ketukannya pas. *abaikan aja, kak* *cuma pengen komen*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: