Merenda Kisah dari Perpisahan Sejuta : Sekelumit Memoar

1 Jan

Ini bukan hanya ungkapan kata

Karena barisan abjad tak kan sanggup gantikan cerita kita

Pada awalnya, kami hanyalah sepuluh watak berbeda yang dipersatukan secara paksa. Kami adalah beragam pribadi yang dipertemukan dalam sebuah dinamika kebersamaan. Mulanya, kami melulu berkutat dengan kepentingan diri. Kami pernah melewati masa-masa hambar penuh keacuhan. Namun, lantas kami terhenyak, sadar bahwa perjalanan ini terlalu sulit untuk dilewati sendiri. Maka, mulailah kami berdiri sebagai satu biduk yang kokoh.

Di tengah perjalanan, bukannya kami tidak pernah menyesap lara. Tawa dan bahagia kami kerap tersisipi untaian penat. “Ini tidak mudah sungguh,” batin kami kala itu. Namun, batu sandungan selalu ada untuk dijadikan pijakan, bukan tempat perhentian. Begitulah kami akhirnya melalui hari demi hari dengan segala canda, amarah, air mata, dan asa.

Pada akhirnya, kami tetaplah sepuluh watak berbeda yang dipersatukan secara paksa. Kami tidak pernah berusaha untuk saling menyamai, karena kami memang tidak akan pernah bisa menjadi sama. Yang kami bisa hanyalah saling mengerti, mengisi, dan memberi arti.

Ini bukanlah akhir cerita

Karena waktu tak kan mampu lunturkan kisah kita

Putaran waktu terus bergulir mengiringi perjalanan kami hingga akhirnya tibalah kami di sini. Persimpangan itu mendesak kami untuk mengurai sua dan ucapkan pisah. Kami mungkin tidak dapat menjadi satu lagi, tetapi kami juga tidak ingin melepaskan ikatan ini. Kami mungkin tidak akan menikmati kebersamaan lagi, tetapi kami juga tidak akan melupakan semua yang kami alami.

Di akhir hari, kami pun merenda sebuah kisah bernama ‘Perpisahan Sejuta’. Nama itu sontak terucap ketika kami melihat deretan angka yang menghiasi nota perayaan perpisahan kami. Namun, bukan itu inti semuanya. Perpisahan Sejuta menyisakan makna yang sepadan. Ia memberikan sejuta warna juga sejuta kenangan.

Perpisahan Sejuta mengajarkan kami akan arti kebersamaan. Ia memberikan ruang agar kami bisa menyelami keunikan setiap pribadi. Dan inilah bingkisan yang ia berikan kepada kami. Tanpa ragu, ia bertutur tentang kami.

Ini bukan pengganti kenangan

Karena cerita kita tak kan pernah tergantikan

 

-untuk kelompok 3 tingkat 2🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: