Mengurangi Risiko Fraktur dengan Kombinasi Vitamin D dan Kalsium

1 Jan

Pro dan kontra seputar peranan vitamin D dalam mencegah fraktur tulang telah lama beredar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D mampu menurunkan risiko fraktur, sedangkan penelitian lain terang-terangan membantah manfaat tersebut. Salah satu studi terbaru malah menyebutkan bahwa vitamin D meningkatkan risiko fraktur tulang panggul.

Untuk mencari tahu jawaban sesungguhnya, sebuah lembaga di Inggris mengadakan penelitian yang melibatkan kelompok DIPART (vitaminD Individual Patient Analysis of Randomized Trials). Penelitian tersebut memaparkan hasil analisis data individu pasien terhadap efektivitas penggunaan vitamin D secara tunggal atau kombinasinya dengan kalsium. Penelitian ini juga mengkaji pengaruh dosis vitamin D yang diberikan serta peran kalsium dalam mengurangi risiko fraktur.

Penelitian dilakukan pada tujuh percobaan terkontrol acak (n=68517)-enam individual acak dan satu kelompok acak. Studi ini memberikan tiga temuan yang sangat penting. Hasil pertama yang didapat adalah percobaan dengan vitamin D, baik dosis tinggi ataupun rendah, yang dikombinasikan dengan kalsium bermanfaat menurunkan risiko segala jenis fraktur (RR 0.92, 95% interval kepercayaan 0.86 sampai 0.99). Temuan lain dalam penelitian ini yaitu hanya penggunaan dosis rendah vitamin D (10 µg) disertai kombinasi dengan kalsium yang mampu menurunkan risiko fraktur tulang panggul (RR 0.74, interval kepercayaan 0.60 sampai 0.91). Hasil terakhir yang sangat mencengangkan yaitu bahwa dalam penelitian ini penggunaan vitamin D saja, dengan tidak mengindahkan dosis, tidak memiliki efek terhadap risiko fraktur. Hasil dari penelitian ini tidak memandang keterkaitan antara usia, jenis kelamin, terapi hormon, atau riwayat fraktur dan respon terhadap penanganan

Selain identik dengan tulang, vitamin D juga memiliki hubungan yang erat dengan fungsi otot. Vitamin D memberikan dampak langsung terhadap kekuatan otot yang dimodulasi oleh reseptor spesifik vitamin D di dalam jaringan tubuh manusia. Diperkirakan bahwa suplemen dapat meningkatkan kekuatan otot sehingga mengurangi risiko terjatuh yang dapat berakibat pada fraktur vertebra. Dengan kata lain, suplementasi vitamin D secara tidak langsung mampu mengurangi risiko fraktur tulang belakang.            Dalam studi metaanalisis baru-baru ini diberitakan bahwa pemberian suplemen vitamin D sebanyak 700-1000 IU per hari dapat mengurangi risiko terjatuh pada orangtua sekitar 19%. Apabila disertai dengan kombinasi kalsium, vitamin D dapat mengurangi risiko terjatuh sebanyak 27% dalam jangka waktu 12 bulan dan 39% dalam jangka waktu 20 bulan. Oleh karena itu, boleh dikatakan bahwa dalam pengurangan risiko fraktur tulang belakang, vitamin D lebih berpengaruh terhadap penurunan risiko jatuh dibandingkan dengan efek langsungnya pada tulang.

Temuan-temuan dari penelitian ini semakin menguatkan konsensus yang menyatakan bahwa kombinasi antara vitamin D dan kalsium lebih efektif dalam mengurangi risiko fraktur dibandingkan dengan pengunaan vitamin D secara tunggal. Akan tetapi, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis optimal, durasi pemakaian, serta dosis kombinasi kalsium yang sesuai. (Sahota O. Reducing the risk of fractures with calcium and vitamin D. British Medical Journal 2010;340:b5492)

-Rubrik EBM, Desk Ilmiah Populer. SKMA No. 01/Xl/Januari-Februari 2010-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: