Generasi Baru dari Klan Epidemiologi Molekular

1 Jan

 Para ahli kembali meciptakan terobosan baru yang memperkaya khazanah teknologi kedokteran. Setelah sukses dengan genomik, kini mereka fokus membesarkan ”sang adik” yang bernama proteomik.

Sejak awal abad ke-21, dunia kedokteran telah mengalami banyak revolusi, khususnya pada aspek epidemiologi molekular. Salah satu penemuan yang menjadi tonggak kemajuan ilmu medis adalah genomik. Genomik merupakan salah satu teknik biologi molekular yang dikembangkan dari teori ekspresi, regulasi, dan struktur gen dalam tubuh manusia.

Seiring berjalannya waktu, genomik dirasa masih kurang mampu menjawab proses kompleks dalam tubuh manusia yang terdiri atas kurang lebih 100.000 gen. Setiap gen dapat menghasilkan lebih dari satu jenis protein dengan fungsi yang beragam. Kombinasi jenis protein yang berbeda akan menghasilkan fungsi yang berbeda pula. Dalam hal ini, genomik tidak bisa digunakan untuk memprediksi stuktur dan properti dinamis dari semua rangkaian protein tersebut.

Oleh karena itu, muncullah istilah proteomik yang secara khusus mempelajari tentang struktur dan fungsi protein. Penelitian yang dilakukan oleh Akhter J dkk pada tahun 2009 menyebutkan bahwa proteomik sangat bermanfaat dalam kedokteran klinis untuk uji diagnostik dan prognosis, identifikasi target terapeutik, serta terapi penyakit tertentu.

Proteomik telah terbukti dapat mendiagnosis penyakit infeksi seperti tuberkulosis. Teknik ini digunakan untuk mengidentifikasi protein yang disekresikan secara in vitro pada proses isolasi klinis. Dua di antara protein yang ditemukan, yaitu rRv3369 and rRv3874, menunjukkan potensi tinggi sebagai antigen serodiagnosis dengan sensitifitas 60%-74% dan spesifisitas 96%-97%. Kedua protein tersebut ternyata merupakan kandidat potensial untuk dasar tes skrining serum. Selain tuberkulosis, penyakit lain yang juga bisa didiagnosis melalui metode proteomik adalah SARS.         Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Cancer Institute di Bethesda melaporkan bahwa proteomik bisa digunakan sebagai alat diagnostik kanker ovarium. Melalui metode penelitian case-control menggunakan serum dari 50 pasien kanker dan 50 subjek kontrol serta proses algoritma komputer, ditemukan adanya pola protein tertentu pada pasien kanker ovarium. Teknik analisis perbandingan pola protein juga pernah digunakan untuk mendeteksi kanker prostat.

Dalam mengidentifikasi kasus kanker payudara, proteomik dapat digunakan dengan menggunakan Nipple Aspirate Fluid (NAF). Metode ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan teknik diagnosis lainnya karena non invasif serta relatif lebih murah dan mudah. Penelitian dari Schwartz SA dkk pada tahun 2005 yang melibatkan 108 subjek menemukan hasil yang lebih rinci. Bukan hanya menjadi penanda gejala keganasan, proteomik juga dapat menjadi indikator pertahanan ketahanan hidup pasien kanker neurologi.

Peran proteomik tidak berhenti hanya pada tahap diagnosis penyakit, tetapi juga berlanjut hingga tahap terapi. Proteomik dapat memprediksi efikasi obat dan juga menjelaskan beberapa masalah teraupetik lainnya seperti resistensi obat. Pada beberapa kasus, permasalahan resistensi obat kadang disertai mekanisme yang tidak jelas. Akan tetapi, melalui proteomik kini data mengenai genetik dan protein dari berbagai mikroorganisme telah tersedia dan dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui mekanisme resistensi terhadap obat. Selain itu, data mikroorganisme tersebut juga bisa dijadikan acuan dalam mengidentifikasi agen-agen baru yang mungkin bisa mengatasi resistensi.

Berdasarkan manfaat-manfaat yang telah dihasilkan oleh proteomik, metode ini dapat menjadi sebuah arahan baru dalam dunia kedokteran klinis dan laboratorium. Namun, di sisi lain para peneliti terus berupaya menggali lebih dalam perihal teknik proteomik.cinthya.

-Rubrik IPTEK, Desk Ilmiah Populer. SKMA No. 02/XLI/Maret-April 2010-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: